Sosial Media Twitter, Instagram, Facebook Akan Berbayar hingga Rp 220 Ribu/Bulan

Sosial Media Twitter atau X.com, Instagram, Facebook hingga WhatsApp mengkaji layanan berbayar. Tarifnya hingga US$ 14 atau sekitar Rp 220 ribu per bulan.

Di kutip dari berbagai sumber Twitter atau X.com dikabarkan akan membuat layanan berlangganan premium menjadi tiga jenis. “Harganya akan menyesuaikan berapa banyak iklan yang akan ditampilkan kepada pengguna,” kata sumber Bloomberg dikutip dari The Verge, akhir pekan lalu (6/10).

Bloomberg melaporkan, X.com atau Twitter sedang menguji coba tiga jenis langganan yakni:

  1. Paket basic : tidak akan mengurangi jumlah iklan yang dilihat pengguna di platform
  2. Paket standar : akan menampilkan setengah dari jumlah iklan. Ini sama seperti penawaran langganan premium X saat ini, yang dibanderol US$ 8 per bulan atau US$ 84 per tahun
  3. Paket premium plus: akan menghapus iklan sepenuhnya. Tarifnya lebih tinggi dibandingkan paket standar.

Saat ini, X.com atau Twitter menerapkan paket langganan premium. Keuntungan yang didapat oleh pelanggan sebagai berikut:

  • Bisa mengedit unggahan
  • Jumlah iklan dipangkas setengah
  • Membalas unggahan khusus terverifikasi
  • Mengunggah teks panjang sampai 25 ribu karakter
  • Mengunggah video dengan durasi hingga tiga jam

Paket langganan premium tersebut akan diubah menjadi paket standar, jika skema tiga kategori layanan jadi diterapkan.

Kemudian Perusahaan Meta juga berencana menerapkan skema pengguna berbayar. Hal ini menyusul langkah regulator Uni Eropa yang membuat aturan baru terkait privasi iklan.

Regulator Uni Eropa meminta Meta untuk memberi pengguna opsi untuk tidak menerima iklan yang dipersonalisasi berdasarkan aktivitas mereka di platform.

Wall Street Journal melaporkan, Meta akan membebankan biaya hingga US$ 14 per bulan untuk menggunakan Instagram dan Facebook tanpa iklan. Rinciannya yakni:

Sekitar US$ 10,5 untuk akun Facebook atau Instagram versi desktop

Sekitar US$ 14 untuk akun Facebook atau Instagram versi ponsel, karena perusahaan menanggung biaya komisi dari App Store dan Google Play Store.

Layanan langganan tersebut diperkirakan meluncur dalam beberapa bulan ke depan. Namun rencana ini bisa saja batal diterapkan, karena belum ada penjelasan dari regulator Uni Eropa mengenai apakah skema langganan itu sesuai dengan peraturan.

Lebih baru Lebih lama